Selasa, 03 Januari 2012

Sang Maha Guru "BENDAN"

Assalamualaikum :)


 Sudah lama yak gak kunjung blog ini huft sibuk sih .... Oke setelah selama sebulan berkutat dengan PEMIRA UGM 2011 insya allah mau aktif lagi di blog ah .... Ini aq dapat note bagus deh dari note facebokk gak tau punya siapa tapi yang pasti ini dapat dari wall nya mas wartawan itu wkwkwkwkkwwkwk :ngakaaakk langsung posting aja yah :D SELAMAT MEMBACA

Berjalan Kaki 18 Km. ke Gunung Muria untuk Mengajar

Kudus adalah daerah yang terkenal dengan nama kota Kretek dan kota Santri dalam wilayah propinsi Jawa Tengah. Kota ini dibangun oleh Sunan Kudus (Sayyid Ja’far Shodiq) dengan rentetan historisitas yang berpusat pada kerajaan Islam pertama di Jawa (Demak). Hal ini ditengarai dari inskripsi batu nisan yang ada di atas mihrab Masjid al-Aqsha Menara Kudus.

Di belakang Masjid al-Aqsa Menara Kudus inilah, di Komplek Makam Sunan Kudus, hampir selalu ada saja yang mengaji. Baik yang dengan tujuan untuk berziarah, maupun santri yang niat tabarrukan agar diberi kemudahan dalam berbagai urusan. Di antara deretan nisan di komplek makam tersebut, terdapat makam KH Raden Asnawi. Salah seorang ulama keturunan ke-14 Sunan Kudus (Raden Ja’far Shodiq) dan keturunan ke-5 KH Mutamakkin Kajen, Margoyoso, Pati.

Kelahiran
Pada hari Jum’at Pon, kisaran tahun 1861 M (1281 H) di daerah Damaran lahir seorang bayi yang diberi nama Raden Ahmad Syamsyi. Putra dari pasangan H. Abdullah Husnin dan Raden Sarbinah ini lahir di sebuah rumah milik Mbah Sulangsih. Tempat tinggal Mbah Sulang begitu ia akrab disapa menjadi ramai didatangi oleh sanak saudara dan tetangga sekitar lantaran kelahiran anak pembarep. Sudah menjadi tradisi masyarakat Kudus, setiap ada babaran (melahirkan bayi), tetangga ikut merasakan bahagia dengan menjenguk ibu dan anak yang dilahirkan.

H. Abdullah Husnin terkenal seorang pedagang konfeksi yang tergolong besar. Memang sudah menjadi hal yang lumrah, rata-rata penduduk di desa ini mempunyai penggautan (kerja) di bidang konfeksi. Potensi ekonomi masyarakatnya mengandalkan kreatifitas memproduksi kain menjadi pakain, kerudung, rukuh, dan lain sebagainya.

Sejak kecil, Ahmad Syamsyi diasuh oleh kedua orang tuanya, dikenalkan pada pelajaran agama dan tata cara bermasyarakat menurut ajaran-ajaran Islam. Selain itu, Ahmad Syamsyi juga diajarkan berdagang sejak dini. Kemudian semenjak usia 15 tahun, pada kisaran tahun 1876 M. orang tuanya memboyong ke Tulungagung Jawa Timur. Di sana H Abdullah Husnin mengajari anaknya berdagang pagi hingga siang.

Keinginannya mencetak putra sholih mengantarkan Husnin untuk mengikutsertakan Syamsi mengaji di Pondok Pesantren Mangunsari Tulungagung. Waktu mengaji adalah sepulang dari berdagang mulai sore hingga malam. Tidak diketahui apa kitab yang ditekuni kala itu. Selain mengaji di Tulungagung, Ahmad Syamsi kemudian melanjutkan mengaji kepada KH. Irsyad Naib Mayong, Jepara.

Pergantian Nama dan Mengajar Agama
Sewaktu umur 25 tahun, kira-kira pada tahun 1886 M. Ahmad Syamsi menunaikan ibadah haji yang pertama dan sepulangnya dari ibadah haji ini, KHR. Asnawi mulai mangajar dan melakukan tabligh agama.

Kira-kira umur 30 tahun KHR. Asnawi diajak oleh ayahnya untuk pergi haji yang kedua dengan niat untuk bermukim di tanah suci. Di saat-saat melakukan ibadah haji, ayahnya pulang ke rahmatullah, meskipun demikian, niat bermukim tetap diteruskan selama 20 tahun. Selama itu KHR. Asnawi juga pernah pulang ke Kudus beberapa kali untuk menjenguk ibunya yang masih hidup beserta adik yang bernama H. Dimyati yang menetap di Kudus hingga wafat. Ibunya wafat di Kudus sewaktu KHR. Asnawi telah kembali ke tanah suci untuk meneruskan cita-citanya.

Sepulangnya dari haji pertamanya, nama Raden Ahmad Syamsi diganti dengan Raden Haji Ilyas. Pergantian nama sepulang dari tanah suci sudah menjadi hal yang wajar, namun nama Ilyas juga tidak menjadi nama hingga wafatnya. Nama Ilyas ini kemudian diganti lagi dengan Raden Haji Asnawi, setelah pulang dari menunaikan ibadah haji untuk ketiga kalinya.

Selanjutnya nama Asnawi ini yang menjadi terkenal dalam pengembanagan Ahlussunnah Waljama’ah di daerah Kudus dan sekitarnya. Dari sinilah kharismanya muncul dan masyarakat memanggilnya dengan sebutan Kiai. Sehingga nama harum yang dikenal masyarakat luas menyebut dengan Kiai Haji Raden Asnawi (KHR. Asnawi).

Sebagaimana lazimnya, sebutan Kiai ini tidaklah muncul begitu saja, atau dedeklarasikan dalam sebuah peristiwa, namun ia diperoleh melalui pengakuan masyarakat yang diajarkan agama secara berkesinambungan sejak KHR. Asnawi berumur 25 tahun. Pada setiap Jumu’ah Pahing, sesudah shalat Jumu’ah, KHR. Asnawi mengajar Tauhid di Masjid Muria (Masjid Sunan Muria) yang berjarak + 18 Km dari kota Kudus, dan jalan pegunungan yang menanjak ini ditempuhnya dengan berjalan kaki. KHR. Asnawi juga selalu berkeliling mengajar dari masjid ke masjid sekitar kota saat shalat Shubuh.

Secara khusus KHR. Asnawi juga mengadakan pengajian rutin, seperti Khataman TafsirJalalain dalam bulan Ramadlan di pondok pesantren Bendan Kudus. Khataman kitab Bidayatul Hidayah dan al-Hikam dalam bulan Ramadlan di Tajuk Makam Sunan Kudus. Membaca kitab Hadist Bukhari yang dilakukan setiap jamaah fajar dan setiap sesudah jama’ah shubuh selama bulan Ramadhan bertempat di Masjid al-Aqsha Kauman Menara Kudus, sampai KHR. Asnawi wafat, kitab ini belum khatam, makanya diteruskan oleh al-Hafidh KHM. Arwani Amin sampai khatam.

Kegiatan tabligh KHR. Asnawi untuk menyebarkan akidah Ahlusunnah wal Jamaah tidaklah terbatas daerah Kabupaten Kudus saja, melainkan juga menjangkau ke daerah lain seperti Demak, Jepara, Tegal, Pekalongan, Semarang, Gresik, Cepu, dan Blora.

Di antara ilmu yang diutamakan oleh KHR. Asnawi adalah Tauhid dan Fiqih. Karenanya, bagi masyarakat Kudus dan sekitarnya, KHR. Asnawi hingga kini masih selalu diingat melalui karya populernya yang kini dikenal dengan “Shalawat Asnawiyyah.” Selain itu karya Asnawi seperti Soal Jawab Mu’taqad Seket, Fasholatan Kyai Asnawi (yang disusun oleh KH. Minan Zuhri), Syi'ir Nasihat, Du’aul ‘Arusa’in, Sholawat Asnawiyyah dan syi’iran lainnya juga tetap diajarkan di pengajian-pengajian pesantren dan masjid-masjid hingga saat ini.

Mukim di Tanah Suci
Di Makkah, KHR. Asnawi tinggal di rumah Syeikh Hamid Manan (Kudus). Namun setelah menikahi Nyai Hj. Hamdanah (janda Almaghfurlah Syeikh Nawawi al-Bantani), KHR. Asnawi pindah ke kampung Syami’ah. Dalam perkawinannya dengan Nyai Hj. Hamdanah ini, KHR. Asnawi dikaruniai 9 putera. Namun hanya 3 puteranya yang hidup hingga tua. Yaitu H. Zuhri, Hj. Azizah (istri KH. Shaleh Tayu) dan Alawiyah (istri R. Maskub Kudus).

Selama bermukim di Tanah Suci, di samping menunaikan kewajiban sebagai kepala rumah tangga, KHR. Asnawi masih mengambil kesempatan untuk memperdalam ilmu agama dengan para ulama besar, baik dari Indonesia (Jawa) maupun Arab, baik di Masjidil Haram maupun di rumah. Para Kyai Indonesia yang pernah menjadi gurunya adalah KH. Saleh Darat (Semarang), KH. Mahfudz (Termas), KH. Nawawi (Banten) dan Sayid Umar Shatha.

Selain itu, KHR. Asnawi juga pernah mengajar di Masjidil Haram dan di rumahnya, di antara yang ikut belajar padanya, antara lain adalah KH. Abdul Wahab Hasbullah (Jombang), KH. Bisyri Sansuri (Pati/Jombang), KH. Dahlan (Pekalongan), KH. Shaleh (Tayu pati), KH. Chambali Kudus, KH. Mufid Kudus dan KHA. Mukhit (Sidoarjo). Di samping belajar dan mengajar agama Islam, KHR. Asnawi turut aktif mengurusi kewajibannya sebagai seorang Komisaris SI (Syariat Islam) di Mekah bersama dengan kawan-kawannya yang lain.

Pada waktu bermukim ini, KHR. Asnawi pernah mengadakan tukar pikiran dengan salah seorang ulama besar, Mufti Mekah bernama Syeikh Ahmad Khatib Minangkabau tentang beberapa masalah keagamaan. Pembahasan ini dilakukan secara tertulis dari awal masalah hingga akhir, meskipun tidak memperoleh kesepakatan pendapat antara keduanya. Karena itu KHR. Asnawi bermaksud ingin memperoleh fatwa dari seorang Mufti di Mesir, maka semua catatan baik dari tulisan KHR. Asnawi dan Syeikh Ahmad Khatib tersebut dikirim ke alamat Sayid Husain Bek seorang Mufti di Mesir, akan tetapi Mufti Mesir itu tidak sanggup memberi fatwanya. (sayang, catatan-catatan itu ketinggalan di Mekah bersama kitab-kitabnya dan sayang keluarga KHR. Asnawi lupa masalah apa yang dibahas, meskipun sudah diberitahu).

Melihat tulisan dan jawaban KHR. Asnawi terhadap tulisan Syeikh Ahmad Khatib itu, tertariklah hati Sayid Husain Bek untuk berkenalan dengan KHR. Asnawi. Karena belum kenal, maka Mufti Mesir itu meminta bantuan Syeikh Hamid Manan untuk diperkenalkan dengan KHR. Asnawi Kudus. Akhirnya disepakati waktu perjumpaan yaitu sesudah shalat Jum’ah. Oleh Syeikh Hamid Manan maksud ini diberitahukan kepada KHR. Asnawi dan diatur agar KHR. Asnawi nanti yang melayani mengeluarkan jamuan.

Sesudah shalat Jum’ah datanglah Sayyid Husain Bek ke rumah Syeikh Hamid Manan dan KHR. Asnawi sendiri yang melayani mengeluarkan minuman. Sesudah bercakap-cakap, bertanyalah tamu itu: “Fin, Asnawi?” (Dimana Asnawi?), “Asnawi? Hadza Huwa” (Asnawi ? Inilah dia) sambil menunjuk KHR. Asnawi yang sedang duduk di pojok, sambil mendengarkan percakapan tamu dengan tuan rumah. Setelah ditunjukkan, Mufti segera berdiri dan mendekat KHR. Asnawi, seraya membuka kopiah dan diciumlah kepala KHR. Asnawi sambil berkenalan. Kata Mufti Sayyid Husain Bek kepada Syeikh Hamid Manan: "Sungguh saya telah salah sangka, setelah berkenalan dengan Asnawi. Saya mengira tidaklah demikian, melihat jasmaniahnya yang kecil dan rapih".

Madrasah, Masjid Menara dan Penjara
Saat menjenguk kampung halamannya, bersama kawan-kawannya KHR. Asnawi mendirikan Madrasah Madrasah Qudsiyyah (1916 M). Dan tidak berselang lama, KHR. Asnawi juga memelopori pembangunan Masjid Menara secara gotong royong. Malam hari para santri bersama-sama mengambil batu dan pasir dari Kaligelis untuk dikerjakan pada siang harinya. Di tengah-tengah melaksanakan pembangunan itulah, terjadi huru-hara pada tahun 1918 H. Di mana KHR. Asnawi dan kawan-kawannya terpaksa menghadapi tantangan kaki tangan kaum penjajah Belanda yang menghina Islam.

Di tengah-tengah umat Islam bergotong royong membangun Masjid Menara siang malam, orang-orang Cina malah mengadakan pawai yang akan melewati depan Masjid Menara. Para Ulama dan pemimpin-pemimpin Islam pun mengirim surat kepada pemimpin Cina, agar tidak menjalankan pawai lewat depan masjid Menara, karena banyak umat Islam yang melakukan pengambilan batu dan pasir pada malam hari.

Permintaan itu tidak digubris. Pawai tetap digelar. Ironisnya, dalam rentetan pawai itu, juga menampilkan adegan yang sangat menghina umat Islam. Di mana ada dua orang Cina yang memakai pakaian haji dengan merangkul seorang wanita yang berpakaian seperti wanita nakal. Orang awam menyebutnya Cengge. Pawai Cina yang datang dari depan masjid Manara menuju selatan, itu pun berpapasan dengan santri-santri yang sedang bergotongroyong mengambil pasir dan batu dengan grobak dorong (songkro). Kedua pihak tidak ada yang mengalah. Hingga terjadi pemukulan terhadap seorang santri oleh orang Cina.

Pemukulan terhadap salah seorang santri ditambah adanya Cengge itulah, insiden Cina-Islam di Kudus yang dikenal dengan huru hara Cina, terjadi. Ejekan dan hinaan dari orang-orang Cina terus saja terjadi. Hingga orang-orang Islam terpaksa mengadakan perlawanan. Para Ulama memandang beralasan untuk mengadakan pembelaan, namun tidak sampai pada pembunuhan.

Ironisnya, dalam insiden tersebut, ada pihak ketiga yang mengambil kesempatan untuk mengambil barang-barang orang Cina. Dan tanpa sengaja, menyentuh lampu gas pom yang menimbulkan kebakaran beberapa rumah, baik milik orang Cina maupun orang Jawa.

Kejadian inilah yang berbuntut penangkapan terhadap KH. Asnawi dan rekannya KH. Ahmad Kamal Damaran, KH. Nurhadi dan KH. Mufid Sunggingan dan lain-lain, dengan dalih telah mengadakan pengrusakan dan perampasan oleh pemerintah penjajah. Mereka pun akhirnya dimasukkan ke dalam penjara dengan masa hukuman 3 tahun.

Tidak sekali saja KHR. Asnawi di penjara. Pada zaman penjajahan Belanda, KHR. Asnawi sering dikenakan hukuman denda karena pidatonya tentang Islam serta menyisipkan ruh nasionalisme dalam pidatonya. Pun pada masa pendudukan Jepang. KHR. Asnawi pernah dituduh menyimpan senjata api, sehingga rumah dan pondok KHR. Asnawi dikepung oleh tentara Dai Nippon. KHR. Asnawi pun dibawa ke markas Kempetai di Pati.

Meski sering menghadapi ancaman hukuman, namun KHR. Asnawi tidak pernah berhenti berdakwah, amar ma'ruf nahi munkar. Bahkan di dalam penjara sekalipun, KHR. Asnawi tetap melakukan amar ma'ruf nahi munkar. KHR. Asnawi tetap membuka pengajian di penjara. Banyak kemudian di antara para penjahat kriminal yang dipenjara bersamanya, kemudian menjadi murid KHR. Asnawi.

Pada masa-masa revolusi kemerdekaan terutama menjelang agresi militer Belanda ke-1, KHR. Asnawi mengadakan gerakan ruhani dengan membaca sholawat Nariyah dan do’a surat Al-Fiil. Tidak sedikit pemuda-pemuda yang tergabung dalam laskar-laskar bersenjata berdatangan meminta bekal ruhaniyah sebelum berangkat ke medan pertempuran melawan penjajah.

Larangan Berdasi dan Prinsip Perjuangan
Dalam memperjuangkan Islam, KHR. Asnawi memiliki pendirian yang teguh. Prinsip-prinsip hidupnya sangat keras dan watak perjuangnnya terkenal galak, sebab kala itu bangsa Indonesia sedang dirundung nestapa penjajahan kaum kafir. Keyakinan inilah yang dipeganginya sangat kokoh sekali. Bagi KHR. Asnawi, segala hal yang dilaksanakan oleh Belanda tidak boleh ditiru. Bahkan tidak segan-segan KHR. Asnawi memfatwakan hukum agama dengan sangat tegas, anti-kolonialisme, seperti mengharamkan segala macam bentuk tasyabbuh (menyerupai) perilaku para penjajah dan antek-anteknya.

Salah satu diantara fatwanya yang keras ini adalah larangan untuk memakai berdasi dan menghidupkan radio, termasuk menyerupai gaya jalan orang-orang kafir (Belanda dan China). Fatwa larangan berdasinya ini sangat terkenal, hingga suatu ketika KH Saifuddin Zuhri melepaskan dasi dan sepatunya ketika mengunjungi KHR. Asnawi. KH Saifuddin Zuhri kala itu sedang menjabat Menteri Agama, namun demi menghormati KHR. Asnawi, ia bertamu hanya dengan memakai sandal tanpa dasi.

Kemauan keras KHR. Asnawi agar Islam tetap eksis tanpa campur tangan penjajah kafir sudah menjadi pertaruhan jiwa dan raganya. KHR. Asnawi memadukan pola keulamaan dan gerakan taushiyah dengan pesan melaksanakan jihad atas pemberontakan bangsa kafir.

Pada kisaran tahun 1927 M. KHR. Asnawi membangun pondok pesantren di Desa Bendan Kerjasan Kudus, di atas tanah wakaf dari KH. Abdullah Faqih (Langgar Dalem) dan dukungan dari para dermawan dan umat Islam. Pada tahun ini pula, Charles Olke Van Der Plas (1891-1977), seorang pegawai sipil di Hindia Belanda, pernah datang ke rumah KHR. Asnawi untuk meminta kesediaannya memangku jabatan penghulu di Kudus. Secara tegas KHR. Asnawi menolak penawaran tersebut.

Dalam pandangan KHR. Asnawi, jika dirinya diangkat sebagai penghulu, maka tidak akan lagi dapat bebas melakukan amar ma’ruf nahi mungkar terhadap para pejabat. Beda halnya jika tetap menjadi orang partikelir, ia dapat berdakwah tanpa harus menanggung rasa segan (ewuh pakewuh).

Pada tahun 1924 M. KHR. Asnawi ditemui oleh KH Abdul Wahab Chasbullah Jombang untuk bermusyawarah guna membentengi pertahanan akidah Ahlussunah wal Jamaah dan menyetujui gagasan tamu yang pernah belajar kepadanya ini. Selanjutnya, bersama-sama dengan para Ulama yang hadir di Surabaya pada tanggal 16 Rajab 1344 H./31 Januari 1926 M. KHR. Asnawi turut membidani lahirnya jam’iyah Nahdlatul Ulama (NU).

Semasa hidupnya, KHR. Asnawi KH. Raden Asnawi telah berjasa besar bagi Islam dan bangsa Indonesia melalui keterlibatannya dalam organisasi pergerakan kemerdekaan. Selain itu, KHR. Asnawi juga menjalin hubungan dengan tokoh-tokoh pergerakan nasional dari berbagai kalangan, seperti Semaun, H Agus Salim dan HOS. Cokroaminoto.

Syahadatain Terakhir
KHR. Asnawi berpulang ke rahmatullah pada Sabtu Kliwon, 25 Jumadil Akhir 1378 H. bertepatan tanggal 26 Desember 1959 M. pukul 03.00 WIB. KHR. Asnawi meninggal dunia dalam usia 98 tahun, dengan meninggalkan 3 orang istri, 5 orang putera, 23 cucu dan 18 cicit (buyut).

Kepulangan ulama besar Kudus ke rahmatullah ini tidak terduga. Sebab satu minggu sebelum wafatnya KHR. Asnawi masih masih nampak segar bugar ketika turut bermusyawarah dalam muktamar NU XII di Jakarta.
Pukul 02.30 WIB Sabtu itu Asnawi bangun dari tidurnya dan bergegas menuju kamar mandi yang tidak jauh dari kamarnya untuk mengambil air wudlu. Setelah dari kamar mandi Asnawi dengan didampingi istrinya, Nyai Hj. Hamdanah, kembali berbaring di atas tempat tidur. Kondisinya semakin tidak berdaya. Dan dua kalimat syahadat (syahadatain/Asyhadu an laa ilaaha illallah wa Asyhadu anna Muhammadan Rasulullah) adalah kalimat terakhir yang mengantarkan arwahnya ke rahmatullah.

Kabar wafatnya KH.R Asnawi disiarkan di Radio Republik Indonesia (RRI) Pusat Jakarta lewat berita pagi pukul 06.00 WIB. Penyiaran itu atas inisiataif Menteri Agama RI KH Wahab Chasbullah yang ditelephon oleh HM. Zainuri Noor.







Sumber : https://www.facebook.com/notes/ca-zidanie/sang-maha-guru-bendan/10150666123611632


Oke meski copas ;) Insya Allah bermanfaat ya kawan :D
Wassalamualaikum Wr. Wb.



Minggu, 27 November 2011

SEMANGAT (cemungudh ea KAKAK rara :p )

ASSALAMMUMALAIKUM WR. WB.

Ku sempatkan menulist posting ini ditengah-tenagh kesibukan yang sekarang melanda saya :)
          Yapz, kesibukan semster 3 ini semakin menjadi pemirsa, huaaaaaa pengen pulang aja berasa rumah ada di papua :( sedihhh, pengen ketemu ayah, ibu, adek ,mas, khansa(anak tetangga yang sering says culik) :3 , maknya khansa yang sering curcol ke saya (#ups). Kangen bobok di kamar, nonton TV sak entek e apalagi TV nya ada chanel lain2 baru(meski sempet ada kabar uda gak langganan lagi gara2 gak ada yang bayar :p). Huaaaa pokok e pengen pulang naik sepur mbuh bis tapi waktu dalam seminggu tetep 7 gak bisa nambah 1 hari lagi tapi tanggal merah plisss deeh saya juga capeeeeek :'(
          Ya tapi ini resiko saya dan saya harus menanggung semua :'(. Kata account twitter ini bilang kayak gini
ya namanya sudah resiko ambil keputusan berkarir
huaaaa bener juga see mbak :'( tapi tapi saya juga pengen dapat ilmu mbaaak :3
Hhuhuhu tapi gapapa wes pengalaman yang di dapat dari teman-teman yang aktif di Kampus dengan hanya  KuPu-KuPu :p (maaf ye :) 
         Saya berdoa sih semoga semua kegiatan yang saya ikutin di Ridhoi Alloh SWT dan saya diberi kemudahan dalam melaksanakannya :) amiin :). Selain itu semoga saya juga dapat berkah dan pelajaran dari kegiatan0kegiatan yang saya ikutin dari ilmu apa saja yang saya dapat, network connection, dan apa lah yang Insya Alloh bisa membawa saya menuju ke lebih baik. Oke>??? Jadi buat kak Rara CEMUNGUDH eaaa wkwkwkwkwkww (geli wkatu nulisnya jadi inget sama Raditya Dika yang pas di StandUpNite) 

Keadaaan saya terakhir pas nulis Posting ini @ Sekre UPI pas dijadiin sekre KPRM PEMIRA 2011 :p



Oke berhubung pas nulis blog ini pas Tahun Baru Hijriah 
SAYA AISAH LATIFAH RAHMAH PUTRI 
mengucapkan 
SELAMAT TAHUN BARU HIJRIAH 1433 H 
Semoga di tahun baru Islam ini menjadi semakin BArokah dan semua yang kita kerjakan di tahun baru ini lebih di Ridhoi Alloh SWT .... Amiiinn :D


Okey Pemirsa Sekian dulu tulis menulisya saya mau lanjut GARAP LAPORAN BASIS DATA doloo ya :)
kalau gak selesai besok laporan saya g bakal di nilai sama Mas Asisten yang jahat utuu huhh T,T mas Se**yo A*i :p weeeeeeeeeeeekkkk paling gak tau BLOG ku ahahahahhaa dadadadad
WASSALAMMUALAIKUM WR. WB.

Jumat, 29 Juli 2011

Album ke 5 Super Junior Mr. Simple

Annyeonghaseo ...
Arghh ... akhirnya lengkap sudah teka-teki tentang munculnya teaser pict para personil Super Junior. Aneeh, unik tapi sumpaah bikin ngakak nggak bisa diem. Memang bertema Mr. Simple jadi temanya sesuai dengan personil Super Junior yang mereka ingin kan. Tapi yang ini bener-bener mengejutkan deh, dari yang biasanya jadi tren center tiba-tiba jadi ngeek ??? hah apa2an ini modelnya ??? Ya udalah itu kan juga uda atas persetujuan antara SM sama artisnya SO ???? ya uda berhubung saya juga uda punya lengkap teaser pict nya baik yang sendiri-sendiri and yang uda ada yang di gabung, ane mau share ke kawan-kawan Elf semua :)











Senin, 25 Juli 2011

Kicauan Buat Para Pembual Bangsa Ini

Senin malam waktu aku buka-buka facebook aku melihat satu grup yang biasalah menambah keribetan bangsa ini. Grup itu adalah grup yang menyudutkan tentang pemerintahan saat ini khususnya di pemimpinnya. Jijik banget melihat coment-comet yang ada di grup tersebut. Bikin saya semakin gerang saja karena mereka tidak berkaca diri sebelum menghujat pemimpin negeri ini. OKelah boleh anda mengkritisi tapi etisnya itu yang intelektual dong jangan asal njeplak mulutnya emang ente gak takut dosa ??? huft akhirnya saya keluarkan kata-kata hati saya dalam kicauan di account Twitter saya.
Tweet saya selama saya kesal ini ;( 
orang2 itu kenapa hanya bisa menghujat ya?
apa mereka tidak berpikir bgaimana memegang suatu amanah besar ??? itu tidak mudah ituu sulit
itu taruhannya akhirat loh ....
kalau hanya memeliki tujuan busuk seperti ituu buat apa menguasai yang namanya kekuasaan ??
jangan hanya menghujat tapi buktikan bakti anda seemuuaaaa pada negeri ini !!!!
nggak semua pemerintahannya mengnyensarakan rakyat tapi bagaimana rakyat yang tidak bisa mengatur hidupnya
kalau pemerintahannya seperti itu jangan hanya salahkan pemimpinnya saja tapi lihatlah mereka yang diberi amanah tapi disalah gunakan
"Bangsa yang Baik adalah bangsa yang dipimpin lebih baik daripada pemimpinnya" BJ Habibi
oke??? saya sebagai rakyat yang belum mampu berkontribusi untuk bangsa ini nggak akan mau yang namanya menghujat pemimpin sendiri
Selama pemimpin itu masih memimpin kita dalam batas kewajaran layaknya pemimpin yang baik dan bijaksana
 sebenarnya mereka yang menghujat itu adalah para pengangguran yang nggak punya pekerjaan
Jadi ya kayak gitu deh kerjaannya cuman bisa ngebacoot sana sini doang tanpa ada realisasinya
coba kalu mereka memiliki waktu untuk yang bermanfaat mungkin mereka akan menghargai waktu mereka
Tetap semangat dan berikhtiar selama masih memegang amanah dari bangsa ini dan tuntunlah bangsa ini agar menjadi bangsa yang baik pak @presidenSBYsesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar :) 
Oke itu curahan hati saya. Ya meski boleh dibilang saya cemen cuman berani di tweet ajja, karena saya nggak mau salah ngomong dan entar malah jadi masalah aja. Oke well, saya mau lanjutin bikin pembahasan SK ya plends ... bubay good nitz :)

Sabtu, 18 Juni 2011

Akusisi Data NOAA 18 di Lab. Geospasial Parangtritis

Dalam mata kuliah Sistem Penginderaan Jauh Non-Fotografi yang diampu oleh bapak Barandi kita diajarkan berbagai macam citra satelit dan karakteristik satelit itu sendiri. Nah untuk itu kita diajak oleh pak Barandi untuk bisa menegetahui proses bagaimana akusisi pemngambilan citra NOAA 18 secara teknisnya di Lab. Geospasial Paragtritis.

Minggu, 12 Juni 2011

KRI, KRSI dan KRCI 2011

Gelaran jang bergengsi di kalangan mahasiswa selain PIMNAS adalah KRI, KRSI dan KRCI yang pada tahun 2011 diadakan di Grha Sabha Pramana Universitas Gadjah Mada sebagai tuan rumah. Ajang yang diikuti semua tim robotica dari seluruh perguruan tinggi baik negeri dan swasta ini semuanya menampilkan karya-karya terbaik robot mereka. Kontes robot yang bertema "menuju ROBOCON ABU Asia-Pacific Robot Contest 2011 Bangkok" sangant ramai sekali dengan para suporter dari berbagai perguruan tinggi untuk memberikan semangat pada tim robotica yang bertanding dari masing-masing perguruan tinggi.


KRI atau kepanjangan dari Kontes Robot Indonesia sendiri adalah kontes yang paling bergengsi. Kontes robot manual dan otomatis ini dalam pertandingannya kedua robot diharuskan melakukan kerja sama yang apik sehingga dapat menghasilkan tumpukan bunga teratai yang sempurna dengan posisi sudah diletakkan pada sebuah papan center di arena robot. Dalam penyusunan bunga terata peserta hanya dibatasi selama 3 menit sehingga dalam sistem penilaiannya adalah setiap langkah yang sudah berhasil dilakukan mendapatkan sebuah point. Sedangkan itu juga masih ada KRSI atau Kontes Robot Seni Indonesia. Kontes yang menampilkan aksi seni dari robot2 yang telah dibuat oleh tim robotica dari masing2 PT. Kontes robot seni ini cukup membuat para penonton tertawa karena banyak robot2 yang mengalami kesalahan teknis sehingga yang terjadi banyak robot yang terjatuh, salah bergerak dari jalur robot yang telah dibuat bahakan ada robot yang mencoba salaing menggoda robot di arena sebelah (red:lawan) ckcckkc .... hal ini cukup membuat para penikmat robot tertawa karena kelakuan robt yang konyol karena ke eroran sistemnya. Berita selanjutnya dapat dibaca di bawah ya teman2 ... :) 
KRI 2011
Tahun 2011 Indonesia kembali mengikuti kontes robot tingkat Internasional ABU Robocon 2011 yang akan berlangsung di Bangkok, Thailand, pada tanggal 9 September tahun 2011, dimana Tim Robot Indonesia akan berkompetisi dengan 20 tim Robot luar negeri. Lomba tersebut merupakan lomba yang ke-sepuluh yang akan diselenggarakan di Bangkok dengan peserta dari negara-negara anggota Asia-Pacific Broadcasting Union (ABU). ABU adalah organisasi penyiaran dikawasan negara negara Asia Pasifik yang beranggotakan lebih dari seratus stasiun televisi dan radio dari lima puluh Negara. Dalam hal ini Indonesia diwakili oleh Televisi Republik Indonesia sebagai anggota.

Tim yang mewakili Indonesia akan dipilih melalui seleksi dalam Kontes Robot Indonesia 2011 (KRI- 2011) yang akan diselenggarakan secara bertahap dimulai dengan Kontes Regional pada 5(lima) wilayah yaitu Batam, Bandung, Yogyakarta, Surabaya dan Palu. Pemenang dari kelima Kontes Regional akan diikutsertakan dalam Kontes Nasional KRI-2011 yang akan berlangsung pada tanggal11-12 Juni 2011 di kota Yogyakarta. Dua puluh empat tim dari perguruan tinggi yang memenuhi persyaratan dan lolos seleksi regional dapat berpartisipasi dalam kegiatan Nasional KRI-2011. Ketentuan pertandingan KRI 2011 mengacu kepada aturan baku dari ABU Robocon 2011, dimana setiap tim terdiri dari 3(tiga) orang mahasiswa dan 1(satu) orang dosen pembimbing, yang akan merancang, membuat, mengoperasikan dan mengatur strategi robot manual dan robot otomatis yang akan digunakan. Tujuan dari kontes robot ini adalah untuk menumbuh kembangkan kreatifitas dan minat para mahasiswa dalam teknologi maju, khususnya teknologi robotika yang sangat dibutuhkan bagi industri.

-------------------------------------------------------------------------
KRCI 2011
Pada penyelenggaraan KRI Tahun 2003, dirasakan perlunya suatu jenis kontes robot serupa yang secara khusus memiliki kecerdasan buatan. Oleh karena itu, pada tahun 2004 diselenggarakanlah Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) untuk yang pertamakalinya guna mendorong peningkatan kualitas robot terutama pada sistem kontrolnya.

Penyelenggaraan KRCI ini, diharapkan dapat berjalan secara paralel dan saling melengkapi dengan penyelenggaraan KRI dimasa-masa mendatang, sehingga diharapkan kemampuan robot yang akan ikut dalam kontes robot tersebut akan semakin meningkat secara tajam. Keberhasilan penyelenggaraan KRCI selama ini dapat dibuktikan dengan perolehan medali Emas untuk kategori Fire Fighting Robot Contest pada kontes robot Internasional ROBOGAMES di San Francisco, Amerika Serikat, Juni 2009 yang lalu yang disumbangkan oleh Tim KRCI dari Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) Bandung.

Format aturan pertandingan dalam KRCI 2011 dipilih dari aturan kontes robot sejenis yang telah diselenggarakan secara teratur yaitu Intelligent Fire-Fighting Robot Contest yang diselenggarakan di Trinity College, Hartford, Connecticut, Amerika Serikat dan telah berlangsung lebih dari empat belas tahun.
Tema untuk Kontes Robot Cerdas Indonesia 2011 adalah:

“Robot Cerdas Pemadam Api Dan Robot Cerdas Pemain Sepak Bola”

KRCI 2011 dibagi dalam 3 Divisi, yaitu:

Divisi Beroda Robot Cerdas Pemadam Api, yaitu suatu divisi dimana robot menggunakan roda sebagai alat geraknya dengan misi mencari dan memadamkan api di arena lapangan berbentuk simulasi interior suatu rumah. Pada divisi ini yang diutamakan adalah kemampuan robot bernavigasi dan bermanuver serta kecepatan dalam menyelesaikan misinya tersebut. Robot yang berhasil menemukan dan memadamkan api tercepat dinyatakan sebagai pemenang.

Divisi Berkaki Robot Cerdas Pemadam Api, yaitu sama halnya dengan Divisi Senior Beroda, hanya saja robot menggunakan kaki sebagai alat geraknya.

Divisi Battle RoboSoccer Humanoid League, divisi ini mempertandingkan 2 robot humanoid bermain sepakbola. Pertandingan bertujuan mencari, membawa dan menendang bola kedalam gawang lawan. Robot yang memasukkan bola terbanyak dinyatakan sebagai pemenang.

-------------------------------------------------------------------------

KRSI 2011

Kontes Robot Seni Indonesia merupakan suatu ajang kompetisi perancangan dan pembuatan robot yang disertai dengan unsur-unsur seni dan budaya bangsa yang telah terkenal di bumi pertiwi. KRSI pertamakali diadakan pada tahun 2009 yang mengangkat tema Robot Penari Jaipong dan pada tahun 2010 dengan mengangkat tema Robot Penari Pendet. Setiap tim peserta yang terdiri dari 3(tiga) mahasiswa dengan seorang dosen pembimbing, diwajibkan untuk membuat satu atau beberapa robot yang terkoordinasi untuk menampilkan seni budaya yang diinginkan sesuai tema kontes.
Untuk KRSI 2011, sesuai dengan momentum yang tepat dalam gema nasional membangkitkan kecintaan dan pelestarian budaya-budaya Nasional maka tema yang diangkat adalah “Robot Klono Topeng”. Kegiatan KRSI 2011 ini dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan Kontes Robot Indonesia (KRI) 2011 tingkat Nasional pada tanggal 11-12 Juni 2011 yang dikoordinasi dan didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementrian Pendidikan Nasional bekerjasama dengan institusi perguruan tinggi yang ditunjuk.
Tema Kontes Robot Seni Indonesia 2011 adalah:

“ Robot Penari Klono Topeng ”

Tema ini diselaraskan dengan seni budaya asli Jawa dengan gaya gerakan tari Yogyakarta. Menurut kisahnya, tari ini tercipta berawal ketika Prabu Brawijaya dari Kerajaan Kediri yang kehilangan putrinya, Dewi Sekartaji. Prabu Brawijaya kemudian mengadakan sayembara dan memberi penghargaan bagi siapa saja yang bisa menemukan sang putri. Bila pria yang menemukan akan dijadikan suami sang putri dan jika wanita maka akan dijadikan saudara. Sayembara yang dikuti oleh banyak ksatria dan akhirnya tinggal menyisakan dua peserta yaitu Raden Panji Asmoro Bangun yang menyamar dengan nama Joko Kembang Kuning dari Kerajaan Jenggala dan Prabu Klono dari Kerajaan Sebrang. Prabu Klono merupakan orang yang menyebabkan sang putri kabur karena sang raja menjodohkannya. Hingga disuatu saat dan suatu desa Joko Kembang Kuning berkelana sambil membawakan tari lengger. Ternyata tari Lengger ini berhasil menarik perhatian Putri Dewi Sekartaji untuk menyaksikan dan keluar dari persembunyiannya. Namun pada saat yang bersamaan Prabu Klono juga telah mengetahui keberadaan Sang Putri, mengutus kakaknya Retno Tenggaron yang disertai prajurit wanita untuk melamar Dewi Sekartaji. Lamaran itu ditolak Dewi sehingga terjadilah perkelahian dan Retno Tenggaron yang dimenangi Sang Putri. Sementara Prabu Klono dan Joko Kembang Kuning tetap menuntut haknya pada raja. Hingga akhirnya raja memutuskan agar kedua ksatria itu untuk bertarung. Dalam pertarungan, Joko Kembang Kuning yang diwakili oleh Ksatria Tawang Alun berhasil menewaskan Prabu Klono. Sehingga diakhir kisah Joko Kembang Kuning atau Raden Panji Asmoro Bangun dijadikan suami Dewi Sekartaji, dengan pesta pernikahan disemarakkan oleh hiburan Tari Topeng Lengger atau yang terkenal dengan tari “Klono Topeng”
Dari segi gerakan tari topeng lengger atau klono topeng mempunyai beberapa gerakan dasar diantaranya gerakan tanjak, seblak sampur, trecek, klat bahu, ngurai rikmo (mengurai rambut), berhias, laku bambangan, ulap kanan kiri, dan penutup. Adapun penjelasan gerakan dasar dari tari klono topeng dapat dilihat pada aturan atau melalui website KRSI 2011.

Kontes Robot Seni Indonesia merupakan suatu ajang kompetisi perancangan dan pembuatan robot yang disertai dengan unsur-unsur seni dan budaya bangsa yang telah terkenal di bumi pertiwi. KRSI pertamakali diadakan pada tahun 2009 yang mengangkat tema Robot Penari Jaipong dan pada tahun 2010 dengan mengangkat tema Robot Penari Pendet. Setiap tim peserta yang terdiri dari 3(tiga) mahasiswa dengan seorang dosen pembimbing, diwajibkan untuk membuat satu atau beberapa robot yang terkoordinasi untuk menampilkan seni budaya yang diinginkan sesuai tema kontes.Untuk KRSI 2011, sesuai dengan momentum yang tepat dalam gema nasional membangkitkan kecintaan dan pelestarian budaya-budaya Nasional maka tema yang diangkat adalah “Robot Klono Topeng”. Kegiatan KRSI 2011 ini dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan Kontes Robot Indonesia (KRI) 2011 tingkat Nasional pada tanggal 11-12 Juni 2011 yang dikoordinasi dan didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementrian Pendidikan Nasional bekerjasama dengan institusi perguruan tinggi yang ditunjuk.

-----------------------------------------------------------------


itulah info singkat dari salah satu ajang bergengsi tingkat nasional
nah, ajang tersebut sedang berlangsung di Yogyakarta tepatnya di Universitas Gajah Mada 11 - 12 Juni 2011
Ajang tersebut mempertemukan berbagai universitas (atau sederajat) se-Indonesia untuk selanjutnya ikut dalam ajang international nanti ABU Robocon 2011 yang akan berlangsung di Bangkok, Thailand, pada tanggal 9 September tahun 2011,

Sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=9124437

Sabtu, 21 Mei 2011

Ini saya loh .... RARA :D

       Ini saya loh ... Aisah Latifah Rahmah Putri ... percaya nggak ??? wkwkwkwkw ini klo yang jawab musuh bebuyutan saya pasti pada nggak mau jawab kalau ini saya wkkwwkkw ngiri soalanya :p ....
          Yap... foto ini di ambil Nurhapsari fotografer IManata pas waktu IManata Goes to School. Kalau nggak salah ini lagi presentasi di SMA saya deh tepatnya kalau nggak salah IPS 1 apa ya ??? au ah .... Wah g nyangka saya disini keliatan banget kayak mbak-mbak kuliahan gitu ... wkwkwkw ... padahal kalau ketemu orang pasti tanya nya "masih kelas berapa dek ??? " wuaaaaa ngakak guling2 dehh "dalam hati, emang saya masih keliatan kayak anak SMA bu ??? " hohooh bersyukurlah punya wajah irit alias g boros alias awet muda hahahaa Alhamdulillah ya Allah .... :)
      Aduh mo cerita apa lagi ya ?? intinya mah saya cuman pengen pamer ni poto sodara-sodara .. wkwkwkwk. Ternyata kalau saya itu punya bbakat jadi gru ato dosen deh. Dari cara saya perfom di depan kelas, ngomong wkwkwkw (it no it bulshit mamen) Boong banget sih lu ra --" ....


Yayaya .. sudahalah intinya saya udah posting ni Blog. Padahal saya cuman pengen pamer foto.
Woh iya ini juga ada beberapa poto-poto anak2 Imanata pas ada kegiatan kamaren yaitu Bedah Kampus 
IMANATA (Ikatan Mahasiswa Nganjuk di Yogyakarta)
dari kiri atas : Rosyida (Mikrobio/UGM 09), Ika (FKH/UGM 09), Resti (THP/UGM 10), Rara (SIGPJ/UGM 10), Nurhapsari (Psyco/UGM 10), Dhini (Manaj./UGM 10). Dari kiri bawah : Veven (FisTek/UGM 08), Dani (Manaj./UNY 10), Reza (Pertanian/UNSOED 09), Denda (MMTC 09), Johan (FisTek/UGM 09), Ogi (Aknts/UGM 10), Ardian (TekInd/UGM 09), Yanuar (KPJ/UGM 10), Imam (Sosiologi/UNY 09). Depan sendiri dari kiri : Tegar (Adm. Negara/UNY 09), Singgih (IK/UGM 09) dan Zakaria (SaNus/UGM 10) dan banyak algi sebenarnya anggota IMANATA. 

Bonus foto saya :)
oke sekian dari saya bila ada kata yang tak berkenan saya mohon maaf sebesar-besarnya (heuuf ==" ngaco lagi). 
Akhirukata Wabilahi taufik Wal hidayat Wassalamualaikum Warahmatullohi  Wabarakatuuh .... :) 










Rara Kepeeettt :p

Sang Maha Guru "BENDAN"

Assalamualaikum :)   Sudah lama yak gak kunjung blog ini huft sibuk sih .... Oke setelah selama sebulan berkutat dengan PEMIRA UGM 2011 ...