Kamis, 05 Mei 2011

Menulis ???? why NOT ...

Assalamualaikum ....
mueheheheee ketemu lagi ..... apa kabar ???
        Alhamdulillah masih diberi kesempatan buat cuap-cuap (sok imut ^_^ mode ON) di blog geje ini .... hehehe ...Yeep .. tepatnya pada hari ini ... KAmis 5 April 2011 ato sore malem Jumat  kiiikk kiiikk ,,,, Media Opini Publik BEM KM Fakultas Geografi mengadakan Diskusi Media dengan pembicara Mas Wisnu P.U penulis senior BPPM Balairung ... (waah atasan si anak Sasindo itu dong ???? ). Diskusi yang dihadiri oleh seluruh anggota MOP(kecuali si Agus zzztt -_-) dan mas ketua BEM dan beberapa pengurus BEM berjalan sekitar 1 jam lebih lah berjalan dengan santai namun apa yaah ??? asiikk deh pokoknya. Kita dalam diskusi tersebut share tetntang bagaimana pengalaman kita menulis dan share juga pengalaman belajar menulis sang pembicara. Yang pasti "menulis itu mudah kok" kata mas Wisnu yang notabene penulis senior Balairung. 


         Wah ternyata dalam menulis itu ada tahapan agar kita bisa seneng menulis yang dari gak suka menulis menjadi suka nulis. Kalau saya sih suka-suka aja tapi bahasanya kadang mawuutt (hehheee ...). Berbagai media untuk menulispun pada saat ini banyak sekali. Mulai dari Facebook, Twitter, Blog, Tumblr dan apalah masih banyak. Media-media seperti itu bisa kiata manfaatkan untuk kita belajar menulis mulai dari hal yang terkecil dari diri kita hingga hal yang terbesar yaitu hal yang terjadi di lingkungan sekitar kita. 
     

      Sebagian orang beranggapan bahwa menulis itu susah (emang iya sih soalnya bahasanya itu lohh) hal ini dikarenakan beberapa alasan seperti :
  1. Kurangnya bahan referensi untuk digunakan sebagai acuan menulis 
  2. Menulis bukan dari hobi dari diri sendiri
  3. Menulis itu fungsinya apa sih buat orang lain yang membaca tulisan kita ???
  4. Dan masih banyak lagi permasalahan2 menulis ...
       Nah dari dari permasalahn-permasalahan tersebut kiat sebenarnya dapat mengatasi permasalahan bahwa menulis itu susah. Adapun itu cara-caranya yaitu 
  • Tidak perlu takut untuk menulis
          Mungkin maksudnya g usah takut deh menulis, toh kita menulis terkadang juga untuk kepuasan sendiri        ataupun buat memberi informasi kepada orang. Ada 26 huruf dan 10 angka yang bisa diolah atau dibolak-balik menjadi sebuah kata per kata kemudian menjadi kalimat per kalimat sehingga berkumpul menjadi satu untuk bisa dibaca. 
  • Menulis untuk diri sendiri
          Apabila kita masih takut untuk menulis karena akan dibaca banyak orang, maka mencoba berpikirlah bahwa saya menulis untuk diri saya sendiri. Entah apa yang ada dibenak amaupun dipikiran segera tumpah ruahkan menjadi sebuah tulisan sehingga kita bisa mengevaluasi bagaimana tulisan kita, apakah orang lain layak membacanya apa tidak. Namun apabila hal tersebut tidak pernah dipraktekkan maka kita akan selalu takut untuk menulis. Jadi intinya pede aja lagi dengan tulisan diri kita sendiri toh saya nulis tujuannya masih untuk diri sendiri.
  • Menulis seperti berbicara
          Kalau kta berbicara itu adalah hal yang spontah, coba kalu kita menulis dengan spontan. Jadi apa yang ada dipikiran kita, kita bisa spontan untuk menuliskannya sehingga dapat menjadi sebuah tulisan.  Karena spontan dalam menulis itu dibutuhkan agar apa yang kita akan tuliskan dan apa yang ada dipikiran kita sekarang bisa singkron. Kalaupun ada caranya adalah dengan merekam di HP atau menulis dicatatn kecil hal apa saja yang kita alami dalam sehari. Sehingga apabila mau dikembangkan hal-hal tersebut juga akan menjadi sebuah tulisan. 
       Ada cara untuk belajar menulis secara spontanitas yaitu dengan cara menulis(mengetik) tanpa melakukan backspace. Setiap ada kalimat atau kata yang kiranya kurang tepat maka kita akan memulai lagi dengan menulis di halaman yang baru. Kemudian tulisan-tuliasan tersebut bisa kita bandingkan bagaimana konsistensi kita dalam menulis akan terlihat dalam katap-kata yang tertulis di tulisan tersebut (mengutip pembicaraan pembicara di Diskusi Media tadi).
    Alahamdulillah masih diberi continue ....
    Beberapa tokoh bisa dikatakan sebagai panutan dalam semangat menulis yaitu ada Pramudya Ananta, Anna Frank dan Hellen Kehler. Mereka memeiliki kisah tersendiri dalam semangat menulis mereka melampiaskan apa yang terjadi pada diri mereka. Meski dalam keterbatasan mereka mampu menciptakan suatu tulisan yang dapat menggugah hati manusia untuk membacanya. Karena menulis itu adalah dari hati, kemauan yang muncul dari diri kita sendiri bukan unsur paksaan yang membuat kita menjadi mau menulis. Namun menulis itu terjadi karena terbiasa. Menulis ternyata bisa dipelajari namun menulis tidak dapat diajarkan layaknya belajar matematika yang sudah ada rumusnya. Karena menulis itu bisa dibilang hal yang otodidak, bisa dipelajari asalkan kita mau untuk berlatih secara konsisten.
     Hehm ..... bener juga ternyata, menulis juga dapat meyesatkan (ngutip jg dari tulisan mbk novi niih). Ini disebabkan jika penulis tersebut tidak mengetahui dasar dari hal apa yang mereka sedang kaji.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sang Maha Guru "BENDAN"

Assalamualaikum :)   Sudah lama yak gak kunjung blog ini huft sibuk sih .... Oke setelah selama sebulan berkutat dengan PEMIRA UGM 2011 ...